Sabtu, 08 Juni 2013

JURNAL

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENERIMAAN KAS PADA BENGKEL INTAN MULIA MOTOR


FAUZIAH KHAIRUNNISA
Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, 2012
E-mail: fauziah_khairunnisa@yahoo.co.id

Pembimbing: Dr. Imam Subaweh, SE., AK., MM

ABSTRAKSI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem informasi penerimaan kas yang sedang berjalan pada Bengkel Intan Mulia Motor, mengetahui apakah sistem penerimaan kas tersebut sudah berjalan dengan efektif, dan membuat bagaimana alternatif perancangan sistem penerimaan kas yang diusulkan penulis. Data yang digunakan merupakan data kualitatif yang diperoleh langsung dari pihak bengkel berupa prosedur penerimaan kas. Alat perancangan ini menggunakan Data Flow Diagram (DFD), Entity Relationship Diagram (ERD), dan Normalisasi. Kemudian akan dilanjutkan dengan perancangan database, input dan output. Berdasarkan hasil penelitian penulis menemukan bahwa prosedur sistem penerimaan kas bengkel tersebut belum berjalan dengan efektif, hal ini disebabkan karena adanya kerangkapan tugas dan tanggung jawab dalam fungsi-fungsi yang terkait. Selain itu juga terdapat kekurangan dan kelemahan pada dokumen yang digunakan, pencatatan transaksi penerimaan kas, dan laporan yang dihasilkan masih dilakukan secara manual. Kelemahan tersebut dapat memicu terjadinya kecurangan dan manipulasi data yang mungkin saja dilakukan oleh karyawan. Penulis menyarankan agar sebaiknya perusahaan memperbaiki pengarsipan dokumen pada masing-masing fungsi yang terkait, mencetak dokumen yang dibutuhkan, dan menghasilkan laporan yang sesuai dalam sistem penerimaan kas. Selain itu penulis juga menyarankan untuk menggunakan sistem informasi akuntansi yang terkomputerisasi agar sistem tersebut dapat berjalan lebih efektif.

Kata Kunci: Analisis, Perancangan, Sistem Informasi Akuntansi, Penerimaan Kas.

ABSTRACT
This study aims to determine how the information system of cash receipts that are running on Intan Mulia Motor Repair, knowing whether the cash receipt system is already operating effectively, and make what cash receipts system design alternatives are proposed authors. The data used is the qualitative data obtained directly from the workshop in the form of cash receipts procedures. This design tool using Data Flow Diagrams (DFD), Entity Relationship Diagram (ERD), and normalization. It will then proceed with database design, input and output. Based on the results of the study authors found that the cash receipt system repair procedure has not been carried out effectively, it is due to kerangkapan duties and responsibilities related functions. There are also flaws and weaknesses in the documents used, the recording of cash receipts transactions, and reports generated are still done manually. The vulnerability can be triggered fraud and manipulation of data that may be performed by employees. The authors suggested that the company should improve the archiving of documents for each related functions, print documents needed, and generate the appropriate reports in a system of cash receipts. Moreover, I also recommend using a computerized accounting information system so that the system can be run more effectively.

Keywords: Analysis, Design, Accounting Information Systems, Cash Receipts.

PENDAHULUAN

Pesatnya perkembangan dunia perekonomian, berpengaruh pula pada perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, membuat perubahan lingkungan bisnis dalam usaha menjadi semakin tidak terduga. Karena tuntutan perkembangan zaman kebutuhan akan informasi yang akurat, tepat waktu, dan relevan menjadi suatu keharusan bagi setiap perusahaan. Oleh karena itu informasi yang dibutuhkan oleh para pembuat keputusan, bukan hanya kebutuhan informasi akuntansi standar seperti laporan keuangan saja tetapi cenderung lebih banyak ke arah informasi khusus dan spesifik untuk tujuan tertentu, yang lebih sering disebut informasi manajemen. Untuk itu diperlukan sistem informasi yang baik agar dapat menghasilkan informasi yang baik dan berkualitas, sehingga secara tidak langsung meningkatkan kinerja perusahaan dalam mencapai tujuan akhir perusahaan.
Untuk itu sistem informasi pada setiap perusahaan harus dibangun sesuai dengan kebutuhan usaha dan kegiatan bisnis yang dilakukan oleh setiap perusahaan. Mengingat begitu pentingnya penerapan sistem informasi akuntansi dalam suatu perusahaan, maka setiap perusahaan dituntut untuk menerapkan Sistem Informasi Akuntansi yang sesuai dengan kondisi masing-masing perusahaan. Salah satu sistem yang digunakan oleh perusahaan adalah Sistem Akuntansi Penerimaan Kas.
Hal ini disebabkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi sebagai organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasikan sedemikian rupa untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan manajemen. Sistem informasi akuntansi pada perusahaan dibangun dengan tujuan utama untuk mengolah data keuangan yang berasal dari berbagai sumber menjadi informasi yang diperlukan oleh berbagai macam pemakai baik internal maupun eksternal.
Peranan sistem akuntansi sangat besar bagi perusahaan, karena merubah dari pencatatan yang manual ke pencatatan yang berupa bagan alur flowchart. Sistem akuntansi hampir mewakili semua informasi yang ada selama perusahaan tersebut berjalan. Penggunaan bagan alur berupa flowchart untuk merancang sistem informasi sangat diperlukan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Hal itu juga yang harus menjadi perhatian Bengkel Intan Mulia Motor sebagai perusahaan yang menjual jasa untuk pelayanan reparasi spare part motor. Peranan sistem akuntansi sangat besar bagi pelayanan reparasi spare part motor. Penerimaan kas harus dilaksanakan secara efektif dan efisien agar tidak terjadi penyalahgunaan kas.

Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai dari hasil peneltian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui bagaimana sistem informasi akuntansi penerimaan kas yang sedang berjalan pada Bengkel Intan Mulia Motor.
2. Untuk mengetahui apakah sistem informasi akuntansi penerimaan kas yang sedang berjalan pada Bengkel Intan Mulia Motor sudah berjalan dengan efektif.
3. Untuk membuat bagaimana alternatif perancangan sistem informasi akuntansi penerimaan kas yang efektif pada Bengkel Intan Mulia Motor.

TINJAUAN PUSTAKA
Sistem Informasi Akuntansi
Sistem Informasi Akuntansi menurut Krismiaji (2005 : 4) adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk merencanakan, mengendalikan dan mengoperasikan bisnis.
Menurut Romney dan Steinbart (2003 : 3) menyatakan bahwa Sistem informasi akuntansi adalah sistem yang mengumpulkan, mencatat dan memproses data untuk menghasilkan informasi untuk pengambilan keputusan. Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa “Sistem Informasi Akuntansi merupakan sebuah sistem yang mengumpulkan, mencatat dan memproses data guna menghasilkan informasi yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan.

Penerimaan Kas
Pengertian penerimaan kas menurut Soemarso S. R (2004 : 172) mengemukakan bahwa penerimaan kas adalah suatu transaksi yang menimbulkan bertumbuhnya saldo kas dan bank milik perusahaan yang diakibatkan adanya penjualan hasil produksi, penerimaan piutang maupun hasil transaksi lainnya yang menyebabkan bertambahnya kas.
Sistem penerimaan kas adalah suatu catatan yang dibuat untuk melakukan kegiatan penerimaan kas yang diterima perusahaan baik berupa uang tunai maupun surat-surat berharga yang mempunyai sifat dapat segera digunakan, yang berasal dari transaksi perusahaan maupun penjualan tunai, pelunasan piutang, atau transaksi lainnya yang dapat menambah kas perusahaan. Menurut Mulyadi (2008 : 455) sumber penerimaan kas terbesar suatu perusahaan dagang berasal dari transaksi penjualan tunai.
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa penerimaan kas adalah transaksi-transaksi yang mengakibatkan bertumbuhnya saldo-saldo kas tunai, dan atau rekening bank milik perusahaan baik yang berasal dari pendapatan tunai, penerimaan piutang, penerimaan transfer maupun penerimaan-penerimaan lainnya.

Analisis Sistem
Analisis sistem (systems analysis) dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.
Tahap analisis dilakukan setelah tahap perencanaan sistem dan sebelum tahap desain sistem. Tahap ini merupakan tahap yang kritis dan sangat penting, karena kesalahan dalam tahap ini menyebabkan kesalahan pada tahap selanjutnya. Misalnya anda dihadapkan pada suatu sistem untuk menentukan seberapa jauh sistem tersebut telah mencapai sasarannya. Jika sistem mempunyai beberapa kelemahan, anda harus dapat menemukannya. Di dalam analisis sistem juga terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan oleh analisis sistem seperti :
1. Identify, yaitu mengidentifikasi masalah
2. Understand, yaitu memahami kerja dari sistem yang ada
3. Analyze, yaitu menganalisis sistem
4. Report, yaitu membuat laporan hasil analisis.

Perancangan Sistem
Definisi perancangan menurut Al-Bahra Bin Ladjamudin (2005 : 51) perancangan adalah kemampuan untuk membuat berupa alternatif pemecahan masalah. Sedangkan menurut Azhar Susanto (2004 : 332) perancangan adalah spesifikasi umum dan terinci dari pemecahan masalah berbasis komputer yang telah dipilih selama tahap analisis. Berdasarkan definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa perancangan adalah kemampuan untuk membuat alternatif pemecahan masalah berbasis komputer selama tahap analisis. Dengan demikian perancangan sistem dapat diartikan sebagai berikut ini :
1. Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem
2. Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional
3. Persiapan untuk rancang bangun implementasi
4. Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk
5. Yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesalahan yang utuh dan berfungsi
6. Termasuk menyangkut mengkonfigurasikan dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem


Penelitian Terdahulu
Dalam penelitian ini, terdapat penelitian-penelitian sebelumnya yang berisikan data atau informasi yang terdapat pada penulisan ini. Data atau informasi yang didapat dari beberapa penelitian sejenis adalah sebagai berikut:
No.
Nama Peneliti Judul Kata kunci Hasil Penelitian
1. Ridwan Nurhadi (2010) ANALISIS PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS (Studi Kasus Rumah Sakit Ananda Bekasi) Analisis, Perancangan, Sistem Informasi Akuntansi, Penerimaan kas, Pengeluaran kas Variabel Analisis, Perancangan, dan Sistem Informasi Akuntansi dapat meningkatkan efektivitas dan efisien kerja bagian administrasi dalam mengelola informasi dengan memberikan kemudahan dan kecepatan pelayanan. Penerimaan kas dan pengeluaran kas dilakukan dengan pembuatan DFD, ERD, Normalisasi, dan dilanjutkan dengan database.
2. Ambar Wati (2010) ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN PADA PT. PIRUS INTIDINAMIKA Analisis, Perancangan, Sistem Informasi Akuntansi, Pembelian Analisis, perancangan, dan Sistem Informasi Akuntansi sistem pembelian yang dijalankan perusahaan masih memiliki kekurangan dan kelemahan dalam hal pemisahan fungsi, prosedur pembelian yang dilakukan, dokumen yang digunakan, pencatatan transaksi pembelian, serta laporan yang dihasilkan. Kemudian merancang sistem informasi akuntansi pembelian yang mampu mengatasi kelemahan dan kekurangan tersebut. Perancangan ini meliputi desain konseptual dan desain fisik, tetapi sebatas desain output, desain input dan desain database.

3.
Fenny (2007) EVALUASI ATAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA PT. BUANA INDOMOBIL TRADA PANTAI INDAH KAPUK (PIK) Evaluasi, Sistem Informasi Akuntansi, Penjualan, Peneriman Kas Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan adanya kelemahan-kelemahan yaitu pemasukkan data pemesanan pelanggan melalui telepon tidak didukung dengan dokumen tertulis, terdapat perangkapan fungsi administrasi oleh sales counter, tidak independennya fungsi pengawas data, dan bukti penerimaan kas dan bank tidak langsung disetorkan kepada bank. Perusahaan sudah sudah mempunyai suatu sistem informasi akuntansi yang sudah cukup baik, sudah berjalan cukup efektif dan efisien untuk kegiatan penjualan dan penerimaan kas.
4. Petra Christian (2009) PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA CV. INTIGUNA PRATAMA Sistem Informasi Akuntansi, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, Laporan Neraca. Pembuatan ini dimulai dengan melakukan desain sistem informasi akuntansi pada CV. Intiguna Pratama. Kemudian dilanjutkan dengan membuat desain ERD, dan desain interface program. Pembuatan tersebut menghasilkan laporan keuangan yang berupa laporan pembelian dan penjualan, laporan penerimaan dan pengeluaran kas, laporan perubahan modal, neraca dan laporan laba rugi dalam periode tertentu secara otomatis dan akurat tanpa memerlukan perhitungan-perhitungan yang panjang terlebih dahulu.
5. Hilda (2010) ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN, PIUTANG, DAN PENERIMAAN KAS PADA CV. DEKATAMA Sistem Informasi Akuntansi, Penjualan Tunai, Penjualan Kredit, Penjualan Konsinyasi, Berorientasi Objek. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode analisis dan metode perancangan yang menggunakan pendekatan berorientasi objek. Dengan dirancangnya Sistem Informasi Akuntansi Penjualan, Piutang dan Penerimaan Kas diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak manajemen perusahaan seperti menyediakan informasi yang lebih mudah diperoleh dan lebih lengkap, menerapkan pengendalian internal yang baik, menerapkan kriteria limit kredit bagi setiap pelanggan, dan melakukan analisa umur piutang.


METODE PENELITIAN

Objek Penelitian
Objek yang menjadi penelitian oleh penulis adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa yang menghasilkan pelayanan reparasi kendaraan bermotor yaitu Bengkel Intan Mulia Motor yang terletak di Jalan Baru Under Pass Bekasi Timur. Perusahaan Bengkel ini didirikan pada bulan Desember tahun 2006.

Data yang Digunakan
Dalam penelitian ini, data yang akan dibahas oleh penulis adalah data yang berhubungan dengan sistem penerimaan kas yang ada pada Bengkel Intan Mulia Motor. Data yang digunakan dalam penelitian berupa keterangan - keterangan dari bagian - bagian yang terkait, seperti work order, faktur pembayaran, LKUH (Laporan Keuangan Harian Bengkel), data harga jasa service, data karyawan, dan bukti setor.

Alat Analisis yang Digunakan
Alat analisis yang digunakan oleh penulis adalah analisis deskriptif kualitatif yaitu analisis yang menggunakan data yang diperoleh penulis, kemudian dibandingkan dengan teori-teori. Deskriptif merupakan penyajian data yang dihasilkan dari penelitian dengan memberikan gambaran apa adanya atau sesuai dengan kenyataan. Berdasarkan analisis yang telah dibuat kemudian penulis berusaha untuk memberikan usulan pemecahannya. Adapun tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut :
1. Sistem Analisis
Pada tahap ini penulis melakukan investigasi (pemeriksaan awal) dan survei sistem untuk mengumpulkan data tentang sistem manual penerimaan kas atas penjualan jasa dan penjualan spare part motor secara tunai pada Bengkel Intan Mulia Motor.
2. Desain Sistem
Pada tahap ini penulis mulai merancang sistem dengan membuat pemodelan proses (dengan menggunakan Data Flow Diagram) yaitu model yang menggambarkan aliran data dan proses untuk mengolah data dalam suatu sistem, pemodelan data (dengan menggunakan Entity Relationship Diagram) yaitu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi. Sedangkan normalisasi adalah proses untuk mengorganisasikan file untuk menghilangkan grup elemen yang berulang-ulang. Lalu setelah itu dilanjutkan dengan desain database,input dan output.


HASIL DAN PEMBAHASAN
Prosedur Sistem Akuntansi Penerimaan Kas Yang Diterapkan

Gambar 4.7 Bagan Alir Dokumen Sistem Penerimaan Kas
yang Diterapkan Secara Keseluruhan
Gambar 4.8 Bagan Alir Dokumen Sistem Penerimaan Kas
Yang Diusulkan Secara Keseluruhan
Perancangan Sistem Penerimaan Kas Yang Diusulkan
1. Diagram Konteks


Gambar 4.9 Diagram Konteks

2. Diagram Zero

Gambar 4.10 Diagram Zero

3. Diagram Level Satu Proses Satu

Gambar 4.11 Diagram Level Satu Proses Satu
4. Diagram Level Satu Proses Dua

Gambar 4.12 Diagram Level Satu Proses Dua

5. Diagram Level Satu Proses Tiga

Gambar 4.13 Diagram Level Satu Proses Tiga

Entity Relationship Diagram (ERD)

Gambar 4.14 Entity Relationship Diagram
Normalisasi
a. Bentuk tidak normal (Unnormal)

Gambar 4.15 Normalisasi Unnormal Penerimaan Kas
b. Bentuk Normal Kesatu (1NF)

Gambar 4.16 Bentuk Normal Kesatu (1NF)
c. Bentuk Normal Kedua (2NF)

Gambar 4.17 Bentuk Normal Kedua (2NF)
Perancangan Database Sistem Yang Diusulkan
Tabel 4.2
Perancangan Database Pelanggan
No. Field Name Data Type Field Properties
Field Size Caption
1.
kd_plgn Text 7 Kode Pelanggan
2. nm_dpn Text 20 Nama Depan
3. nm_blkg Text 20 Nama Belakang
4. nm_jln Text 30 Nama Jalan
5. no_rmh Number Byte Nomer Rumah
6. nm_kota Text 20 Nama Kota
7. kd_pos Number Integer Kode Pos
8. jns_mtr_plgn Text 10 Jenis Motor Pelanggan
9. no_polisi_plgn Text 9 Nomer Polisi Pelanggan
Sumber : Hasil Olahan Penulis
Tabel 4.3
Perancangan Database Transaksi
No. Field Name Data Type Field Properties
Field Size Caption
1. tgl_trans Date 8 Tanggal Transaksi
2. kd_jasa Text 7 Kode Jasa
3. kd_plgn Text 7 Kode Pelanggan
4. kd_brg Text 7 Kode Barang
5. no_urut_trans Number Byte Nomer Urut Transaksi
Sumber : Hasil Olahan Penulis



Tabel 4.4
Perancangan Database Jasa
No. Field Name Data Type Field Properties
Field Size Format Caption
1. kd_jasa Text 7 - Kode Jasa
2.
nm_jasa Text 10 - Nama Jasa
3. hrg_service Currency - “Rp”#,### Harga Service
Sumber : Hasil Olahan Penulis
Tabel 4.5
Perancangan Database Spare Part
No. Nama Field Data Type Field Properties
Field Size Format Caption
1. kd_brg Text 7 - Kode Barang
2. nm_brg Text 7 - Nama Barang
3. jmlh_brg Number Byte - Jumlah Barang
4. hrg_brg Currency - “Rp”#,### Harga Barang
Sumber : Hasil Olahan Penulis
Tabel 4.6
Perancangan Database Pembayaran
No. Field Name Data Type Field Properties
Field Size Format Caption
1. no_urut_trans Number Byte - Nomer Urut Transaksi
2. tgl_byr Date 8 - Tanggal Bayar
3. kd_byr Text 7 - Kode Bayar
4. kd_plgn Text 7 - Kode Pelanggan
5. jmlh_byr Currency - “Rp”#,### Jumlah Bayar
Sumber : Hasil Olahan Penulis

Tabel 4.7
Perancangan Database Rekening
No. Field Name Data Type Field Properties
Field Size Format Caption
1. tgl_byr Date 8 - Tanggal Bayar
2.
kd_rek Number Byte - Kode Rekening
3. nm_rek Text 30 - Nama Rekening
4. Nominal Currency - “Rp”#,### Nominal
Sumber : Hasil Olahan Penulis
Tabel 4.8
Perancangan Database Jurnal
No. Field Name Data Type Field Properties
Field Size Format Caption
1. tgl_trans Date 8 - Tanggal Transaksi
2. kd_rek Text 10 - Kode Rekening
3. Perkiraan Text 30 - Perkiraan
4. Debit Currency - “Rp”#,### Debit
5. Kredit Currency - “Rp”#,### Kredit
6. saldo Currency - “Rp”#,### Saldo
Sumber : Hasil Olahan Penulis








PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan dari Bab IV sebelumnya pada analisis dan perancangan sistem informasi akuntansi penerimaan kas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Sistem informasi akuntansi penerimaan kas Bengkel Intan Mulia Motor yang sedang berjalan diketahui dari data kualitatif berupa prosedur penerimaan kas. Prosedur tersebut dilihat berdasarkan tugas dan tanggung jawab dari fungsi-fungsi yang terkait. Dari hasil penelitian yang didapat terdiri dari tiga prosedur pada bengkel ini diantaranya prosedur bagian front desk, bagian asisten, dan bagian montir. Namun pada prosedur bagian front desk hanya dilakukan oleh satu orang yang sama.
2. Sistem informasi akuntansi penerimaan kas pada perusahaan Bengkel Intan Mulia Motor berjalan kurang efektif, hal ini terjadi karena adanya kerangkapan tugas dan tanggung jawab pada prosedur bagian front desk yang hanya dilakukan oleh satu orang yang sama. Selain prosedur penerimaan kas, penulis juga menemukan kekurangan dan kelemahan pada dokumen yang digunakan, pencatatan transaksi penerimaan kas, dan laporan yang dihasilkan yang belum terkomputerisasi atau masih dilakukan secara manual. Kelemahan tersebut dapat memicu terjadinya kecurangan dan manipulasi data yang mungkin saja dilakukan oleh karyawan.
3. Alternatif perancangan sistem informasi akuntansi penerimaan kas yang diusulkan penulis dirancang untuk mampu mengatasi kelemahan dan kekurangan seperti yang telah disebutkan di atas, serta mampu memenuhi kebutuhan dari para pengguna sistem. Perancangan sistem informasi akuntansi penerimaan kas tersebut menghasilkan beberapa file atau database yang nantinya akan diolah menjadi laporan seperti laporan penerimaan kas dan laporan penjualan. Dengan perancangan sistem tersebut, penulis dapat mengetahui apa saja yang seharusnya diperbaiki agar sistem penerimaan kas berjalan dengan efektif, tepat, lengkap, akurat dan terkomputerisasi.

Saran
Berdasarkan kelemahan-kelemahan yang ditemukan, maka penulis mengajukan saran-saran sebagai berikut:
1. Perusahaan sebaiknya membuat pemisahan tugas dan tanggung jawab agar tidak ada lagi kerangkapan tugas dari fungsi yang terkait.
2. Perusahaan seharusnya memperbaiki pengarsipan dokumen pada masing-masing fungsi yang terkait, mencetak dokumen yang dibutuhkan, menghasilkan laporan yang terkait dalam sistem penerimaan kas.
3. Perusahaan sebaiknya mempertimbangkan untuk menggunakan sistem penerimaan kas yang terkomputerisasi untuk mengatasi kelemahan yang terdapat sebelumnya dengan tetap memperhatikan kemampuan perusahaan. Diharapkan dengan pertimbangan pemakaian sistem informasi akuntansi penerimaan kas yang terkomputerisasi dapat membantu pihak manajemen serta pimpinan dalam mengambil keputusan dan membantu tugas dan tanggung jawab karyawan menjadi lebih efektif dan efisien.











DAFTAR PUSTAKA

Baridwan, Zaki. 2003. Sistem Informasi Akuntansi, Edisi 5. Yogyakarta: Offset
Gajah Mada University Press.
Bin Ladjmudin, Al-Bahra. 2005. Konsep Sistem Basis Data dan Implementasinya.
Yogyakarta: Graha Ilmu
Davis, Gordon B. 2002. Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen. Jakarta:
PT. Pustaka Binaman Pressindo.
Ikatan Akuntan Indonesia. 2007. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba
Empat.
James, A.Hall. 2007. Sistem Informasi Akuntansi, Edisi 3, terjemahan Amir Abadi
Yusuf. Jakarta: Salemba Empat.
Krismiaji. 2005. Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta: Penerbit unit dan
Percetakan AMP YKPN.
McLeod, Raymond and George P Schell. 2004. Management Information System (9th ed). New Jersey: Prentice Hall.
Mulyadi. 2008. Sistem Akuntansi, Edisi 3. Jakarta: Salemba Empat.
Romney, Marshall B dan Paul John Steinbart. 2003. Accounting Information
System. Jakarta: Salemba Empat
SR, Soemarso. 2004. Akuntansi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Rimeka Cipta.
Susanto, Azhar. 2004. Sistem Informasi Akuntansi Konsep dan Pengembangan
Berbasis Komputer. Bandung: Lingga Jaya
Weygandt. Jerry J, Donald E Kieso dan Paul D Kimmel. 2007. Accounting
Principles. Ed.7. Jakarta: Salemba Empat.
Witarto. 2004. Memahami Sistem Informasi. Bandung : Informatika



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar